TATA TERTIB SISWA


KEPUTUSAN KEPALA SMAN 1 X KT SINGKARAK

Nomor : 800/255/SMA.01/TU-2020

TENTANG PERATURAN TATA TERTIB PESERTA DIDIK

 

Menimbang :

Bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah perlu menetapkan Peraturan Sekolah tentang Tata Tertib Peserta Didik.

Mengingat :

1.       Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2.       Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan.

3.       Rapat Dewan Guru SMAN 1 X KT Singkarak Tanggal 4 Juni Tahun 2020.

 

Menetapkan :

Peraturan Sekolah tentang Tata Tertip Peserta Didik

 

BAB I

Pengertian

 

Ketertiban berarti kondisi dinamis yang menimbulkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam tata hidup bersama sebagai makhluk Tuhan. Dalam kehidupan sekolah, kondisi itu mencerminkan keteraturan dalam pergaulan, dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana/prasarana, penggunaan waktu, pengelolaan administrasi dan dalam mengatur hubungan dengan masyarakat dan lingkungannya.

Ketertiban sekolah dituangkan dalam tata tertib peserta didik dan disusun secara operasional untuk mengatur tingkah laku dan sikap hidup peserta didik. Dalam tata tertib peserta didik memuat :

 

1.       Hak dan kewajiban Peserta didik

2.       Hal-hal yang diharuskan atau diwajibkan

3.       Hal-hal yang dianjurkan

4.       Hal-hal yang tidak boleh dilakukan atau larangan

5.       Sanksi-sanksi atau hukuman bagi pelanggar

 

BAB II

Hak Peserta Didik

 

1.       Mendapat pelayanan administrasi yang ramah dan memuaskan dari karyawan dan guru berkaitan dengan pendidikan di sekolah.

2.       Mendapatkan pengajaran dalam proses belajar mengajar di kelas dan bimbingan konseling selama menjadi peserta didik di SMAN 1 X KT Singkarak.

3.       Mendapatkan perlindungan keamanan terhadap bahaya dari luar maupun dari dalam selama peserta didik tersebut berada di lingkungan SMAN 1 X KT Singkarak.

4.       Mendapatkan penghargaan bagi peserta didik yang mempunyai prestasi baik yang bersifat akademis maupun yang bersifat non akdemis sesuai dengan ketentuan yang berlaku di SMAN 1 X KT Singkarak.

5.       Mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas pembelajaran maupun fasilitas penunjang lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di SMAN 1 X KT Singkarak.

 

BAB III

Kewajiban Peserta Didik

 

A.     Kegiatan Pembelajaran

1.       Peserta didik sudah harus hadir di sekolah pukul 07.15 Wib.

2.       Tanda masuk berbunyi, peserta didik, dipimpin ketua kelas, berbaris didepan kelas, menyiapkan peserta didik dan bersalaman dengan guru  sebelum memasuki ruang kelas.

3.       Proses pembelajaran dimulai dengan berdoa dilanjutkan dengan pelaksanaan literasi sampai jam 07.30 Wib.

4.       Peserta didik yang terlambat, tidak dibenarkan mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung, dan menunggu pelajaran kedua setelah mendapatkan surat izin dari guru piket.

5.       Ketua kelas diwajibkan melapor kepada guru piket Jika guru yang mengajar di kelas belum datang.

6.       Petugas piket kelas membersihkan kelas dan mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut kelancaran PBM untuk besok paginya.

7.       Peserta didik yang ke luar untuk urusan sekolah harus seizin guru yang mengajar di kelas dan guru piket.

8.       Selama PBM berlangsung, dan pertukaran jam pelajaran, peserta didik dilarang meninggalkan kelas, kecuali seizin guru.

9.       Peserta didik dilarang berbelanja di kantin selama jam pelajaran berlangsung.

10.   Peserta didik harus meninggalkan sekolah paling lambat pada pukul 17.00, kecuali pada acara khusus yang sudah dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada orangtua.

11.   Peserta didik hanya dibolehkan memakai HP Android seizin guru mata pelajaran dengan tujuan untuk memudahkan proses pembelajaran.

12.   Selama proses PBM berlangsung, pintu gerbang sekolah ditutup, kecuali untuk hal yang sifatnya khusus.

 

B.      Sanksi

1.       Untuk peserta didik yang terlambat, diberi sanksi dengan ketentuan sebagai berikut :

a)       Terlambat 1-3 kali, diproses oleh guru piket dan dibina dengan pemberian tugas sesuai dengan kebutuhan.

b)      Terlambat 4-5 kali, pembinaan dilakukan wali kelas, dan guru BK

c)       Terlambat 5 kali, wali kelas memanggil orang tua peserta didik yang bersangkutan untuk membuat perjanjian tertulis.

2.       Peserta didik yang keluar pekarangan tanpa izin akan didata oleh guru BK untuk dinasehati. Jika sampai tiga kali keluar pekarangan tanpa izin, wali kelas melakukan pemanggilan terhadap orang tua dan membuat perjanjian tertulis.

3.       Piket kelas yang tidak menunaikan tugas pada waktunya, tidak dibenarkan belajar sampai kelasnya dalam keadaan bersih dan rapi membersihkan lingkungan sekolah.

4.       Peserta didik yang berbelanja pada saat PBM berlangsung, dikenai sanksi sebagai berikut :

a)       Satu-dua kali pelanggaran, dinasehati dan diberi sanksi oleh guru piket.

b)      Tiga kali pelanggaran, diberi sanksi membersihkan lingkungan sekolah.

 

BAB IV

Ketentuan Berpakaian

 

A.     Ketentuan Berpakaian

                                I.            Kelengkapan pakaian

setiap peserta didik yang datang pada jam sekolah harus berpakaian seragam dengan ketentuan sebagai berikut :

a.       Senin-Selasa

Seluruh peserta didik memakai pakaian putih abu-abu dilengkapi dengan :

1)      Lokasi sekolah

2)      Lambang osis

3)      Lokasi label nama yang dijahitkan

4)      Dasi abu-abu

5)      Sepatu warna hitam

6)      Kaos kaki putih polos

7)      Topi pada hari Senin

b.       Rabu-Sabtu

Seluruh peserta didik memakai pakaian pramuka lengkap dilengkapi dengan :

1)      Kacu yang diikat dengan ring

2)      Sepatu warna hitam

3)      Kaos kaki hitam polos

c.       Kamis

1)      Peserta didik wanita menggunakan baju batik dan rok warna hitam, jilbab putih, sepatu hitam kaos kaki putih polos.

2)      Peserta laki-laki memakai baju batik dan celana panjang warna hitam, sepatu hitam kaos kaki putih polos.

d.       Jumat

1)      Peserta didik wanita memakai baju muslim dan rok warna hitam, jilbab putih, sepatu hitam, kaos kaki putih polos.

2)      Peserta didik laki-laki memakai baju muslim dan celana hitam, sepatu hitam, kaos kaki putih polos.

e.       Peserta didik memakai pakaian olahraga hanya disaat jam pelajaran olahraga.

f.        Peserta didik dianjurkan pakai tas punggung warna gelap.

 

                             II.            Model pakaian

a.       Peserta didik pria celana panjang dengan ukuran diameter bagian bawah (kaki) 20 cm dan baju kemeja lengan pendek.

b.       Peserta didik wanita

1)      Rok panjang dengan lipatan biron di depan tanpa belahan samping dan belakang

2)      Baju kemeja lengan panjang dengan ukuran sampai menutupi pinggul.

3)      Jilbab putih dan coklat segi empat polos dan tidak transparan.

 

                          III.            Cara Berpakaian

a.       Peserta didik pria

1)      Kemeja putih dan pramuka, bagian bawahnya dimasukkan ke dalam celana.

2)      Peserta didik harus memakai pakaian dalam.

3)      Tidak dibenarkan memakai baju kaos oblong sebagai pengganti singlet.

4)      Tidak dibenarkan memakai celana berkantong besar.

5)      Tidak dibenarkan memakai celana sempit (pensil)

6)      Wajib memakai ikat pinggang standar warna hitam

b.       Peserta didik wanita

1)      Kemeja bagian bawah tidak dimasukkan ke dalam rok.

2)      Peserta didik harus memakai pakaian dalam (singlet dan rok dalam/leging).

3)      Tidak dibenarkan menggunakan pakaian yang menyebabkan terlihatnya lekuk tubuh.

4)      Menggunakan kaos kaki dengan ukuran sebatas lutut.

 

B.      Sanksi

1.       Peserta didik yang tidak memakai atribut sekolah diserahkan kepada guru piket untuk diproses dan dikenakan sanksi pembinaan untuk setiap kesalahan yang dilakukan.

2.       Peserta didik yang tidak memakai pakaian dalam disuruh pulang untuk melengkapinya.

3.       Celana peserta didik pria dengan ukuran kaki berbentuk pensil akan digunting.

 

BAB V

Etika, Estetika dan Sopan Santun

 

1.       Peserta didik yang berpapasan dengan guru, orang tua, dan tamu di dalam atau di luar sekolah harus bertegur sapa.

2.       Peserta didik yang masuk ke ruang kantor majelis guru, kepala sekolah, tata usaha, wakil dan BK harus terlebih dahulu mengucapkan salam dan minta izin.

3.       Peserta didik harus bicara dengan sopan di manapun berada.

4.       Peserta didik dilarang merokok.

5.       Peserta didik dilarang berpacaran di mana pun berada selama dalam masa pendidikan di sekolah.

6.       Peserta didik tidak dibenarkan membawa perhiasan ke sekolah kecuali jam tangan.

7.       Peserta didik harus saling menghargai satu sama lain.

8.       Peserta didik dilarang menerima tamu saat jam belajar berlangsung tanpa seizin guru piket.

 

 

BAB VI

Upacara Bendera

 

A.     Pelaksanaan Upacara

1.       Pada hari senin jam pertama dan hari besar Nasional dilaksanakan upacara bendera.

2.       Setiap peserta didik diwajibkan mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

3.       Setiap hari senin minggu pertama setiap bulan, upacara bendera dilaksanakan oleh OSIS.

4.       Setiap kelas bertanggung jawab melaksanakan tugas upacara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

5.       Lima belas menit sebelum upacara bendera dimulai petugas upacara telah menyiapkan seluruh perlengkapan upacara.

6.       Pengurus OSIS diwajibkan memantau dan membantu setiap kelas yang bertugas sebagi pelaksana upacara.

7.       Ketua kelas diwajibkan mencatat kehadiran anggota kelas pada setiap upacara, dan menyerahkannya kepada wali kelas masing-masing.

 

B.      Sanksi

1.       Peserta didik yang tidak mengikuti upacara bendera tanpa alasan yang jelas tidak dibenarkan belajar selama satu hari.

2.       Peserta didik yang terlambat hadir pada upacara bendera diproses oleh piket dan diizinkan masuk belajar pada jam ketiga.

3.       Apabila peserta didik berturut-turut terlambat hadir dalam pelaksana upacara, di proses oleh BK.

4.       Peserta didik 3 kali berturut-turut terlambat upacara bendera, pihak sekolah memanggil orang tua siswa yang bersangkutan untuk membuat perjanjian tertulis.

5.       Siswa yang tidak memakai topi saat upacara, atau melakukan sikap melanggar disiplin tertib upacara diberi sanksi berdiri hormat bendera di lapangan voli selama 15 menit.

 

BAB VII

Kegiatan Keagamaan

 

1.       Selama berada di lingkungan sekolah, setiap peserta didik diwajibkan menunaikan shalat berjamaah pada setiap waktu shalat dan diimbau untuk melaksanakan shalat dhuha.

2.       Peserta didik laki-laki wajib melaksanakan sholat Jumat di masjid sekolah.

3.       Setiap peserta didik diwajibkan menjaga kesucian dan kebersihan masjid.

4.       Peserta didik yang beragama Islam harus membawa Al-Quran dan membacanya setiap ada waktu.

5.       Peserta didik wanita wajib membawa mukena

6.       Peserta didik selama berada di dalam masjid tidak boleh meribut.

 

BAB VIII

Lingkungan Sekolah

 

1.       Setiap peserta didik wajib melaksanakan program 6-K (Kebersihan, ketertiban. keamanan, keindahan, kerindangan dan kekeluargaan) dengan penuh tanggung jawab.

2.       Setiap peserta didik diwajibkan senantiasa menjaga kebersihan dengan memasukkan sampah ke dalam kantong sampah sesuai dengan jenisnya.

3.       Setiap kelas diwajibkan menata dan merawat taman-taman yang ada di lingkungan sekolah berdasarkan pembagian tugas yang telah ditentukan oleh Adiwiyata (Toga dan tanaman hias).

4.       Setiap kelas diwajibkan menyetor sampah ke bank sampah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

5.       Peserta didik wajib bertanggung jawab atas keutuhan gedung sekolah dan semua sarana yang ada didalamnya, apabila dengan sengaja merusak, wajib menggantinya.

6.       Setiap peserta didik diwajibkan memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan dengan rapi.

7.       Kelas dan peserta didik yang melanggar program 6-K akan didenda sesuai dengan peraturan dan tata tertib program Adiwiyata.

 

BAB IX

Administrasi Sekolah

 

1.       Peserta didik yang tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu (sakit dan atau izin) wajib mengirim surat dan atau keterangan dokter yang diketahui oleh orang tua.

2.       Peserta didik yang tidak belajar selama tiga hari dalam satu minggu menurut laporan BK, akan diroses dengan cara memanggil orang tua.

3.       Pembayaran iyuran bulanan komite selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya.

 

BAB X

Larangan-larangan

 

A.     Larangan Keras

1.       Pesera didik dilarang keras melakukan tindakan inkonstitusional atau melawan hukum seperti :

1)      Pemakai dan pengedar narkotika

2)      Melakukan pornografi dan pornoaksi

3)      Terlibat perkelahian dan/atau pembunuhan dan/atau pencurian.

4)      Berjudi dimana pun berada

5)      Menjadi provokator dan/atau pengerahan masa yang akan mengganggu stabilitas keamanan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

6)      Terlibat dan/atau melakukan tindakan terorisme

2.       Peserta didik dilarang merokok di lingkungan sekolah dan selama memakai seragam sekolah.

3.       Peserta didik dilarang membawa senjata tajam tanpa alasan yang jelas dan minuman keras ke sekolah.

4.       Peserta didik dilarang cabut atau melompat pagar sekolah.

5.       Selama di lingkungan sekolah peserta didik dilarang pakai sandal, pakai jaket saat proses PBM, pakai kumis dan atau jenggot, pakai lipstic, pakai kalung, gelang, anting bagi laki-laki kecuali perempuan.

 

 

BAB XI

Sanksi-sanksi

 

Peserta didik yang melakukan tindakan melawan hukum dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap akan dikeluarkan dari sekolah, dan apabila terbukti malukan tindakan melawan hukum tetapi belum mempunyai kekuatan hukum tetap maka peserta didik yang bersangkutan akan dirumahkan.

1.       Peserta didik yang merokok di lingkungan sekolah dan melompat pagar sekolah akan dikenai sanksi sebagai berikut :

a)       Melakukan satu kali pelanggaran, akan dibina oleh tim adiwiyata

b)      Melakukan dua kali pelanggaran, akan dibina oleh wali kelas dan BK.

c)       Melakukan tiga kali pelanggaran dilakukan pemanggilan orang tua dan membuat surat perjanjian tertulis.

2.       Sudah menjadi kebiasaan yang akan merusak citra sekolah akan diskrorsing sampai anak tersebut datang ke sekolah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

3.       Peserta didik yang membawa senjata tajam dan minuman keras akan disita, dilakukan pembinan dan membuat surat perjanjian tertulis.

4.       Peserta didik yang melanggar seragam sekolah akan dilakukan pembinaan oleh guru piket.

 

BAB XII

Mekanisme Penanganan Kasus

 

A.     Kasus Pelanggaran Tata Tertib Peserta Didik

1.       Peringatan secara lisan dan penindakan langsung.

2.       Peringatan secara tertulis.

3.       Pemanggilan orang tua/wali peserta didik.

4.       Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran.

5.       Dikembalikan kepada orang tua/wali

6.       Dikeluarkan dari sekolah dengan cara tidak hormat.

7.       Setiap guru/pegawai berhak melakukan peringatan secara lisan dan penindakan langsung kepada setiap peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib peserta didik.

8.       Setiap guru/pegawai yang telah melakukan peringatan secara lisan dan penindakan langsung kepada peserta didik untuk segera melaporkan kepada wali kelas/guru BK berkaitan dengan pelanggaran tata tertib peserta didik  yang dilakukan oleh peserta didik untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

9.       Peringatan secara tertulis diberikan oleh sekolah dilengkapi dengan data pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik atas laporan guru BK.

10.   Pemanggilan orang tua/wali peserta didik yang melakukan pelanggaran dilakukan oleh BK dan diketahui oleh kepala sekolah.

11.   Dalam hal sanksi larangan keras peserta didik dikembalikan kepada orang tua/wali dan dikeluarkan dari sekolah tidak dengan hormat dilakukan setelah melalui rapat dewan guru.

 

B.      Kasus Pribadi

1.       Kasus pribadi dimaksudkan sebagai kasus bukan pelanggaran tata tertib peserta didik.

2.       Penanganan dilakukan oleh wali kelas, guru BK dan orang tua/wali peserta didik.

 

BAB XIII

Penutup

 

1.       Peraturan sekolah ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

2.       Hal-hal yang belum diatur pada peraturan sekolah ini akan diatur kemudian.

3.       Apabila dalam surat keputusan ini terdapat kekeliruan akan ditinjau kembali.

4.       Segala biaya yang ditimbulkan akibat adanya peraturan sekolah ini akan dibebankan kepada anggaran sekolah yang relevan.